Industri otomotif di awal 2026 ini memang sedang bergeser. Dengan kenaikan biaya hidup, tren DIY (Do It Yourself) servis kendaraan di rumah melonjak tajam. Namun, ada satu pertanyaan krusial yang sering terlupakan: Kemana buang oli bekas? Btw, untuk cara DIY Ganti Oli Motor dirumah, bisa cek disini yaa!
Membuang oli ke selokan atau tanah bukan sekadar “khilaf”, tapi ancaman serius bagi ekosistem. Sebagai panduan bagi komunitas DIY, berikut adalah artikel mendalam mengenai tata kelola limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang bertanggung jawab.
Ganti Oli Sendiri: Hemat di Kantong, Jangan Cemari Lingkungan
Tren menghemat biaya jasa servis memang cerdas, namun sisi gelapnya mulai terlihat. Baru-baru ini, viral video seorang oknum yang membuang oli bekas langsung ke saluran air warga. Dampaknya? Satu liter oli bekas dapat merusak jutaan liter air bersih.

Sebagai pelaku DIY yang cerdas, kita harus memahami bahwa oli bukan sekadar cairan kotor, melainkan limbah B3 yang memerlukan penanganan khusus.
Kenapa Buang Oli Bekas Sembarangan Berbahaya?
Oli bekas mengandung logam berat seperti timbal, kadmium, dan arsenik. Jika dibuang ke tanah, ia akan mematikan mikroorganisme tanah. Jika masuk ke selokan, ia akan membentuk lapisan film di permukaan air yang menghalangi oksigen, membunuh ekosistem air, dan pada akhirnya mencemari sumber air minum kita.
Panduan Tata Kelola Oli Bekas untuk Skala Rumahan
Jangan biarkan hobi DIY Anda merugikan tetangga dan alam. Ikuti langkah-langkah proper berikut ini:
Gunakan Wadah Tertutup (Oil Pan): Saat menguras, pastikan Anda menggunakan wadah yang cukup menampung seluruh volume oli. Jangan gunakan ember terbuka yang rawan tumpah.
Pindahkan ke Jerigen Segel: Setelah dingin, pindahkan oli ke jerigen plastik bekas (bisa menggunakan botol oli baru yang sudah kosong) dan tutup rapat. Pastikan tidak tercampur dengan cairan lain seperti air radiator atau pembersih mesin.
Simpan di Tempat Teduh: Letakkan jerigen di area yang tidak terkena matahari langsung dan jauh dari jangkauan anak-anak sebelum Anda membawanya ke tempat penampungan.
Solusi Pembuangan: Di Mana Penampungan Resminya?
Salah satu keluhan terbesar komunitas DIY di Februari 2026 ini adalah minimnya akses penampungan limbah individu. Namun, bukan berarti tidak ada jalan. Berikut solusinya:
Bengkel Resmi & SPBU: Banyak bengkel resmi (seperti AHASS atau Toyota) dan beberapa SPBU besar memiliki tangki penampungan limbah B3. Mereka biasanya menerima oli bekas dari individu karena mereka bekerja sama dengan pengumpul limbah berizin.
Bank Sampah Digital: Di beberapa kota besar, aplikasi pengelolaan sampah kini mulai melayani penjemputan limbah oli bekas dengan volume tertentu.
Pengepul Berizin: Anda bisa memberikan oli tersebut ke pengepul profesional yang memiliki izin angkut limbah B3. Ingat, oli bekas memiliki nilai ekonomi—seringkali digunakan kembali sebagai bahan bakar industri setelah melalui proses pemurnian. Cek Waste4Change atau Inswa untuk informasi lebih lanjut
Tips Tambahan untuk Komunitas DIY
Gunakan Alas: Selalu gunakan karton atau plastik besar di bawah mesin saat mengganti oli untuk mencegah tetesan kecil meresap ke lantai garasi.
Update Lokasi Penampungan: Bergabunglah dengan forum otomotif lokal untuk memperbarui daftar bengkel yang menerima limbah individu di area Anda (misalnya di area Cileungsi atau Bogor).
Kesimpulan Menjadi pelaku DIY berarti bertanggung jawab penuh atas seluruh prosesnya, termasuk limbahnya. Hemat biaya jasa bukan berarti mengorbankan masa depan lingkungan. Mari kita bangun budaya DIY yang bersih, profesional, dan lestari. Nah, sekarang kamu sudah siap DIY Ganti Oli, yuk ganti oli sendiri dirumah dengan GPA Lubricants untuk mendapatkan benefit maksimal buat motor kamu!
